BANDUNG, 11 Juni 2026 – Jurusan Ilmu Komunikasi menyelenggarakan Workshop untuk mahasiswa Prodi Humas dengan tema “Strategi Menulis Artikel Jurnal Ilmiah” yang menghadirkan guru besar ilmu komunikasi, Prof. Dr. Moch. Fakhruroji, M.Ag. sebagai narasumber.
Korps Protokoler Mahasiswa Jurusan (KPMJ) berperan dalam menyukseskan acara yang dihadiri oleh sekitar 200 orang mahasiswa semester 6 tersebut. Workshop ini mengupas tuntas langkah-langkah menulis artikel jurnal ilmiah.
Mengawali pembahasan, Prof. Dr. Moch. Fakhruroji, M.Ag. menjelaskan fakta mengenai skripsi dan artikel jurnal ilmiah. Beliau menjelaskan bahwa hasil riset skripsi ruang lingkupnya cenderung lebih sempit, sedangkan jika dikonversi menjadi artikel, daya jangkau publikasi ilmiahnya akan jauh lebih luas di ruang publik.
Memasuki pembahasan mengenai strategi taktis penulisan, Moch Fakhruroji menjelaskan mengenai langkah awal bagi peneliti pemula diantaranya dengan menentukan minimal tiga jurnal potensial yang sesuai dengan rumpun keilmuan kehumasan, lalu mempelajari gaya selingkung atau author guidelines masing-masing.
“Banyak sekali penulis pemula yang langsung mengalami instant reject hanya karena mereka malas membaca atau mengabaikan ketentuan teknis dalam author guidelines yang sudah ditetapkan oleh pengelola jurnal,” Ucap Moch Fakhruroji.
Pada umumnya sistematika artikel ilmiah menggunakan skema IMRAD, yaitu Introduction, Method, Results and Discussion, dan Conclusion. Pada bagian pendahuluan, penulis mesti merumuskan argumen dengan mengemukakan latar belakang masalah serta batasan yang jelas agar rasional di mata reviewer.
“Pendahuluan adalah etalase utama dari seluruh karya kita, oleh karna itu bagian ini perlu mempertegas problem statement dan merupakan bagian paling penting yang menentukan nasib artikel tersebut,” Tutur Moch Fakhruroji.
Melanjutkan pembahasan, Moch Fakhruroji menguraikan teknik penyusunan metode penelitian secara ringkas dalam tiga sampai lima paragraf saja. Sementara bagian literature review adalah bagian dimana penulis menguraikan berbagai penelitian yang telah ada. Oleh karena itu bagian ini berfungsi untuk memposisikan penelitian diantara penelitian terdahulu agar terhindar dari klaim sepihak atas topik tertentu.
“Langkah awal dan yang paling utama untuk menjadi seorang penulis artikel ilmiah yang baik adalah dengan perbanyak bacaan untuk memperkaya pengetahuan attas topik tertentu,” tambah Moch Fakhruroji.
“Bagian simpulan juga menjadi arena krusial bagi kita untuk menguraikan secara jujur batasan dan kekurangan artikel kita, sekaligus mempersilahkan peneliti lain untuk memperdalam kekurangan tersebut di masa mendatang,” ulas Moch Fakhruroji.
Sebagai penutup, narasumber memberikan trik teknis mengenai pembuatan judul yang catchy melalui kombinasi judul besar dan judul kecil. Penggunaan idiom atau kata kunci spesifik yang berfungsi seperti hashtag sangat disarankan untuk menarik perhatian editor jurnal, dengan catatan lokasi spesifik penelitian cukup disimpan di bagian abstrak saja agar jangkauan artikel terkesan berskala luas.
“Gunakan diksi yang menarik sehingga judul tidak terdengar monoton, dan sebaiknya lokasi spesifik cukup dicantumkan di bagian abstrak saja agar artikel kita memiliki daya jangkau pembaca yang lebih luas,” pungkas Moch Fakhruroji.
Kegiatan workshop kehumasan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang disambut dengan antusiasme luar biasa oleh para mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Hubungan Masyarakat yang memenuhi ruang aula. Melalui penyelenggaraan acara ini, pihak jurusan menaruh harapan besar agar mahasiswa dapat mengikis stigma bahwa menulis artikel ilmiah adalah momok akademik yang menakutkan. Output dari pelaksanaan workshop ini ditargetkan mampu mendongkrak kuantitas serta kualitas publikasi ilmiah mahasiswa di berbagai jurnal bereputasi, sekaligus mencetak lulusan sarjana kehumasan yang unggul, kompeten, dan siap bersaing dalam dunia riset serta kepenulisan profesional.
Penulis:
Zelda Felicitia Sajjad



